Ternate, 27 November 2025 - Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara melakukan kunjungan kerja ke Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Ternate. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka diskusi dan advokasi terkait aktivasi username dan password Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), khususnya pada mekanisme pencatatan dan pelaporan event-based surveillance (EBS).
Dalam pertemuan tersebut, tim BKK Kelas I Ternate dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara membahas pentingnya optimalisasi akses SKDR bagi seluruh institusi kesehatan. Akses yang aktif diperlukan agar proses pelaporan kasus dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
SKDR sendiri merupakan sistem yang digunakan untuk mendeteksi dini ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular. Sistem ini memberikan sinyal peringatan dini (alert) ketika jumlah kasus melebihi ambang batas, sehingga petugas kesehatan dapat segera melakukan respons cepat. Melalui sistem ini, upaya pengendalian penyakit dapat dilakukan lebih efektif guna meminimalkan kesakitan, mencegah kematian, serta memantau tren penyakit dari waktu ke waktu.
Secara umum, SKDR memiliki sejumlah manfaat, antara lain mendeteksi potensi KLB, mempercepat respons, mendukung pengendalian penyakit menular, meminimalkan dampak kesehatan masyarakat, memonitor tren penyakit, dan meningkatkan koordinasi lintas sektor.
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan surveilans di wilayah Maluku Utara. Dengan penginputan data yang dilakukan secara intensif dan konsisten, informasi serta alert yang muncul dapat segera ditindaklanjuti sehingga respons cepat dapat dilakukan untuk mencegah perluasan kasus.







Facebook
Twitter
Youtube