Makassar, 2–5 Juni 2025
Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyelenggarakan kegiatan On The Job Training Sistem Rujukan Spesimen Penyakit Pernapasan Potensial KLB/Wabah di Pintu Masuk dan Wilayah Regional 3 Makassar.
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dari Senin hingga Kamis, 2–5 Juni 2025, bertempat di Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Jl. Boulevard Raya No. 55, Panakkukang, Makassar, Indonesia. Salah satu peserta yang turut ambil bagian dalam pelatihan ini adalah Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Ternate, bersama dengan berbagai institusi kesehatan lainnya dari wilayah Regional 3.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam sistem deteksi dini dan pengelolaan spesimen penyakit pernapasan yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah, khususnya dari pintu masuk negara menuju wilayah. Penguatan ini mencakup seluruh aspek manajemen spesimen, mulai dari tahap pra-analitik, analitik, hingga pasca-analitik, serta pencatatan dan pelaporan yang terintegrasi secara sistematis.
Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa sistem rujukan spesimen yang efektif dan efisien menjadi bagian krusial dalam penanggulangan KLB/wabah yang dapat muncul sewaktu-waktu, terutama di wilayah pintu masuk negara seperti bandara, pelabuhan, dan perbatasan darat.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan setiap unit kerja terkait di seluruh regional mampu menjalankan tugasnya secara optimal, serta memperkuat jejaring laboratorium dan rujukan di tingkat nasional dalam menghadapi ancaman penyakit menular di masa kini dan mendatang.







Facebook
Twitter
Youtube